Sabtu, 29 Desember 2012

Pembuatan Gorong-gorong di depan Pasar Johar




Melihat kemacetan yang ada di daerah Pasar Johar ternyata terdapat proyek pembuatan gorong-gorong yang dilakukan oleh pihak PSDA (Pengelolaan Sumber Daya Air) Provinsi Jawa Tengah yang sudah dilakukan selama 3 bulan sejak Oktober 2012. Pembuatan gorong-gorong ini dilakukan karena sudah kronisnya banjir yang selalu menggenangi jalan di depan Pasar Johar. Saluran dreinase harus diperlebar sehingga aliran air hujan bisa langsung mengalir keluar dan tidak menggenangi jalan. Pembuatan gorong-gorong menjadi jalan keluar yang manjur dan harus segera dilaksanakan. Menurut bapak Daryanto pembuatan gorong-gorong ini dimulai dari bundaran bubakan dan terus bertahap  sampai didepan Hotel Metro. Dengan pembuatan ini akses jalan menjadi ditutup sebagian sehingga membuat macet disepanjang jalan. Masyarakat dimohon untuk bersabar guna kelancaran dan kesejahteraan ke depannya. Di tengah jalan terdapat berbagai macam alat berat untuk mengeruk tanah dan memasang beton gorong-gorong.



Menurut Ir. Suryono Suripno, SIP.MT. Kepala Dinas Pengelolaan Daya Air Provinsi Jawa Tengah, 
Pengaruh perubahan iklim global paling nyata adalah kenaikan muka laut antara 0.09 - 0.59 m serta intensitas hujan yang akan menyebabkan kejadian banjir baik berupa genangan maupun meluapnya 
beberapa sungai dengan kondisi kritis. secara umum banjir dapat diartikan sebagai genangan air akibat kerusakan atau luapan sungai atupun pengaruh permukaan laut yang merugikan masyarakat. banjir dapat terjadi sebagai akibat daya tampung sungai terlampui pada debit tertentu atau rusaknya prasarana Sumber Daya Air (SDA) berupa tanggul ataupun pintu pengendali banjir. Peningkatan debit terjadi sebagai akibat intensitas hujan tinggi melampui normal atau respon (Daerah Aliran Sungai) DAS yang sudah berubah tidak lagi sesuai asumsi saat desain. secara umum sungai - sungai di Jawa Tengah di rancang berdasar kala ulang 20 tahunan atau kemungkinan terlampui 5% dari hasil analisis debit tahunan maksimum.




Banjir yang terjadi di Indonesia umumnya dan Jawa Tengah pada khususnya akan bertambah parah bila terjadi pengaruh perubahan Iklim Global berupa kenaikan intensitas hujan atau fenomena La Nina terjadi. oleh para pakar disebutkan bahwa tidak ada jurus yang ampuh kecuali Strategi Adaptasi terkait peningkatan besaran banjir dan frekuensi banjir berupa :

  • mitigasi banjir
  • mendukung penghijauan di Daerah Aliran Sungai (DAS) kritis dan kawasan hulu waduk
  • pengelolaan resiko bencana
  • konservasi DAS
  • pembangunan, restorasi dan konversai embung dan situ
  • pemulihan alur sungai
  • perlindungan pantai
Oleh karena itu perlu mendapat perhatian oleh segenap para pemangku kepentingan baik Pemerintah, Pemerintah Daerah dan segenap masyarakat.






Disamping upaya darurat yang telah dilakukan upaya penanggulangan banjir di Jawa Tengah 5 tahun kedepan telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah yang saat ini dalam proses akhir berupa konservasi sumber daya air, pembangunan embung dan waduk serta pemulihan sungai. Program jangka pendek dan menengah berupa kegiatan konservasi SDA dilaksanakan bersama Direktorat Jendral Sumber Daya Air Departemen Pekerjaan Umum dan para pemangku kepentingan lainnya dalam Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GNKPA) sesuai SK Gubernur No. 610.05/11/2007 tanggal 11 Mei 2007 Tentang Pembentukan Tim Pelaksana Harian GNKPA Provinsi Jawa Tengah.

Sedangkan program Jangka Menengah dan Panjang berupa pembangunan embung dan waduk kecil akan dilaksanakan sesuai Rencana Pengelolaan SDA di Wilayah Sungai yang berada di Jawa Tengah sesuai dengan tingkat kewenangannya dan dapat dilaksanakan melalui kerja sama.
Dengan kata lain pembangunan infrastrukur Sumber Daya Air sudah harus menjadi sasaran prioritas utama pembangunan saat ini maupun dimasa mendatang. Sementara itu disisi lain para ahli bidang infrastruktur Sumber Daya Air hendaknya sudah mempersiapkan diri untuk dapat berkiprah dalam mengemban tugas sesuai motto “Bali Ndeso Bangun Deso” yang menantang ini.





















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar